Mata hijau itu ada di sana
di tengah kerumuman orang yang berlalu lalang
Mata hijau itu berdiri di sana
di atas podium dengan setelan rapi beserta dasinya
Mata hijau itu duduk di sana
di kursi para pembesar negara yang terhormat
Mata hijau itu terseyum
senyuman licik dengan muslihat jitu di dalamnya
Mata hijau itu menatap bangsaku
dari atas kedudukan tinggi di Indonesiaku
dan pada akhirnya
Mata hijau itu berjalan
menuju terali besi yang akan menjaganya untuk sekian lama
(a.n 151213)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar